Senin, 18 Mei 2026
Beranda / /

  • Resolusi 2026, Saatnya Aceh Serius Menjaga Hutan Demi Masa Depan
    Aceh | 4 bulan lalu
    Resolusi 2026, Saatnya Aceh Serius Menjaga Hutan Demi Masa Depan

    DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Di tengah ancaman krisis iklim dan ekspansi lahan yang kian masif, hutan Aceh kembali diuji ketahanannya. Provinsi yang selama ini dikenal sebagai salah satu benteng terakhir hutan tropis di Sumatra.

    Akademisi dan peneliti Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, Monalisa Aurora, mengatakan bahwa menjaga hutan bukan lagi pilihan moral semata, melainkan kebutuhan strategis demi keberlanjutan Aceh di masa depan. 

  • Selamatkan Hutan Leuser, 3.500 Bibit Pinang Ditanam dan 711 Hektar Lahan Dipulihkan
    Aceh | 1 tahun lalu
    Selamatkan Hutan Leuser, 3.500 Bibit Pinang Ditanam dan 711 Hektar Lahan Dipulihkan

    DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Sebanyak 300 personel dari Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL), Kepolisian Daerah Aceh, Komando Daerah Militer Iskandar Muda, serta dukungan pemerintah daerah dan berbagai pihak, melakukan operasi gabungan pemulihan kawasan hutan yang telah dirambah di Blok Tenggulun, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.



  • LPLHa Bersama WGII Inventarisasi AKKM di Aceh Utara
    Aceh | 1 tahun lalu
    LPLHa Bersama WGII Inventarisasi AKKM di Aceh Utara

    DIALEKSIS.COM | Lhokseumawe - Lembaga Pembelaan Lingkungan Hidup dan HAM Aceh (LPLHa) bersama Working Group ICCAs Indonesia (WGII) melakukan inventarisir Areal Konservasi Kelola Masyarakat (AKKM) di Desa Peurupok, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara. 

  • Kontroversi Pembukaan Lahan di Kawasan Ekosistem Leuser
    Berita | 1 tahun lalu
    Kontroversi Pembukaan Lahan di Kawasan Ekosistem Leuser

    DIALEKSIS.COM | Aceh - Pembukaan lahan seluas 14 hektare di kawasan hutan lindung Ekosistem Leuser, Kota Subulussalam, Aceh, memicu kontroversi. Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA) menuding PT Sawit Panen Terus (SPT) sebagai pelakunya, namun Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Aceh membantah.